CARA DAN KAPAN WAKTU BERDO’A YANG IJABAH MENURUT SUNNAH AJARAN RASULULLAAH

CARA DAN KAPAN WAKTU BERDO’A YANG IJABAH MENURUT SUNNAH AJARAN RASULULLAAH MUHAMMAD SAW KEPADA SAHABAT DAN UMMATNYA

Assalaamu ‘alaikum warohmatulloohi wabarokatuhu

kepada semua saudaraku, khususnya yang seiman.. semoga kita dilimpahi rahmat, kesejahteraan, hidayah dan syafa’at di setiap waktu dan keadaan.. dan semoga sholawat dan salam tetap dilimpahkan kepada Rasulullaah Muhammad SAW penghulu dari semua Nabi, juga kepada Keluarga, Sahabat beliau, dan kepada siapapun yang menjadi penerus ajaran dan akhlak kenabian beliau tanpa
memandang garis keturunan.. Alloohumma, aamiina..

Kenapa saya menulis dan mengirim artikel yang berjudul seperti diatas ?.. karena seringkali terdengar keluhan : “..saya sudah sering sholat dan berdo’a.. baca wirid/asma ini itu.. akan tetapi kenapa seperti tidak dikabulkan ALLAH..”, atau “..kenapa seperti sangat lamban ijabahnya..”.. setelah itu kita akhirnya ragu-ragu bahkan menghujat ALLAH SWT.. itu semua terjadi karena ketidaktahuan *“KITA”* akan tata cara dan kapan waktu berdo’a yang niscaya pasti didengar dan dikabulkan/di ijabah oleh ALLAH SWT.. Kenapa saya sebut *“KITA”*.., karena permasalahan dan pertanyaan demikian juga pernah saya alami sendiri.. karena itulah saya ingin berbagi kepada saudaraku semua tentang pengetahuan yang telah diberikan oleh ALLAH SWT dalam hal BERDO”A YANG DIJABAH OLEH ALLAH SWT..

Nah, Menurut sunnah ajaran Rasulullaah MUHAMMAD SAW, berdo’a itu *“HARUS DALAM SHOLAT YANG KHUSYU”*… sekali lagi !!!.., berdo’a itu *“HARUS DALAM/PADA SAAT SHOLAT YANG KHUSYU !!”*.. hal itu dikarenakan dalam/pada saat sholatlah seorang mahluk dapat bertemu langsung/mi’raj kepada ALLAH SWT tanpa halangan dan perantaraan apapun dan atau siapapun.. termasuk dalam menyampaikan do’a dan hajat/permintaannya..

Namun, kapan waktu yang *“paling utama”* berdo’a dalam sholat ?.. Saat yang paling utama dalam berdo’a ketika sholat adalah pada saat “*TASYAHUD AKHIR”, YAKNI SESUDAH MEMBACA SHOLAWAT, NAMUN SEBELUM MENGUCAP SALAM*.. kenapa demikian ?.. hal ini berdasarkan riwayat dimana diceritakan bahwa Nabi SAW pernah mendengar seseorang mengucapkan do’a dalam shalatnya, tetapi tanpa mengucapkan
pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi SAW, lalu Beliau SAW bersabda kepadanya,
*“Orang ini tergesa-gesa”*. Kemudian Beliau SAW memanggil orang itu lalu bersabda kepadanya dan orang yang lainnya, *“Bila seseorang shalat, hendaklah ia Memulainya dengan** **bacaan TAHMID dan PUJIAN KEPADA ALLAH ‘AZZA WA JALLA. Kemudian mengucapkan SHALAWAT NABI** **lalu memanjatkan DO’A YANG DIINGINKANNYA.”** *(HR. Ahmad, Abu Daud dan Hakim).. Selain itu, Rasulullah SAW juga pernah melihat seseorang sedang shalat. Kemudian ia membaca hamdalah dan memuji Allah lalu mengucapkan shalawat Nabi. Beliau SAW bersabda kepadanya *”MEMOHONLAH NISCAYA** **AKAN “DIKABULKAN” DAN MINTALAH NISCAYA AKAN “DIBERI.”** *(HR. Nasa’i).. Jadi, Nabi SAW bersabda demikian saat orang tersebut *SEDANG SHOLAT, BUKAN SESUDAH SHOLAT !!*.. Selain itu, pada riwayat lain Nabi SAW juga bersabda, *”Bila seseorang SELESAI MEMBACA TASYAHHUD (AKHIR), hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari 4 perkara. Yaitu ’Allahumma innii a’uudzubika min ’adzaabi** **jahannam wamin ’adzaabil qobri, wamin fitnatil mahyaa wal mamaat, wamin syarri fitnatil** * *masiihid dajjaal’ (Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari SIKSA NERAKA JAHANNAM, dari SIKSA** **KUBUR, dari FITNAH HIDUP dan MATI, dari FITNAH DAJJAL’. SELANJUTNYA HENDAKLAH IA BERDO’A MEMOHON** **KEBAIKAN UNTUK DIRINYA SESUAI KEPENTINGANNYA”**… *(HR. Muslim, Abu Uwanah, dan Nasa’i)… Menurut Abu Daud dan Ahmad, Nabi SAW biasa membaca do’a tersebut dalam tasyahhudnya.. Nabi SAW mengajarkan do’a tersebut kepada para sahabatnya seperti Beliau SAW mengajarkan surah Al-Qur’an kepada mereka..

Jadi.. silahkan berdo’a ataupun membaca wirid/asma apa saja terserah kita ! (tapi yang paling utama adalah do’a/wirid yang berasal dari AL-QUR’AN) sebanyak apapun pada saat tasyahud akhir (yakni pada saat sesudah membaca sholawat namun sebelum membaca salam).. INSYA ALLAH PASTI DIIJABAH OLEH ALLAH SWT !!..

Penulis/saya berani berkata demikian karena memang ada dasar riwayat yang kuat dan tidak menyalahi AL-QUR’AN.. dan saya memang sudah pernah mencoba, demikian juga ayah saya.. jadi, alangkah sayangnya jika pengalaman dan pengetahuan ini hanya disimpan untuk diri sendiri, apalagi hanya untuk kesejahteraan sendiri.. dan sedikit catatan khusus.. jika saudara berdo’a/meminta *“sesuatu yang khusus”*, akan lebih baik jika doa/permintaan tersebut diucapkan/digetarkan dalam hati saja..

Demikianlah sekedar berbagi pengetahuan dan pengalaman dari saya.. semoga pengetahuan tentang ber’doa ini berguna bagi saudaraku sekalian.. utamanya yang sedang dirundung kesulitan dan kesedihan.. jika ada kesalahan, khilaf, kesombongan, tinggi hati yang tersirat pada tulisan ini.. penulis banyak mohon maaf dan ridho dari saudaraku.. dan jika ada tambahan pengetahuan atau nasehat perbaikan terhadap tulisan ini, silahkan berikan dan berbagi di kolom komentar yang telah disediakan oleh admin blog..

terima kasih semua saudaraku.. tidak lupa saya mengucapakan selamat menyambut bulan Ramadhan.. semoga bulan Ramadhan ini adalah bulan yang benar-benar menjadi bulan keberkahan dan dikabulkannya segala do’a dan hajat bagi semua saudaraku..

wassalaamu ‘alaikum warohmatulloohi wa barokatuhu..

info = disini

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: