Wake Up – Wake Up … Semangat…

Kita pernah berangan-angan seandainya saja orang tua kaya raya tentu keadaan kita tidak seperti saat ini, hidup susah dan menderita. Seolah-olah yang dapat mendatangkan tercapainya segala cita-cita adalah harta benda. Hal ini tentu salah besar karena belum tentu yang diangan-angankan akan menjadi kenyataan. Dimana kenyataan itu sesungguhnya adalah manifestasi dari Qodrat Irodat Ilahi.

Berencana atau mereka-reka sesuatu, berandai-andai tentang sesuatu yang belum terjadi merupakan kesalahan yang sering kita lakukan. Sadarilah bahwa segala kebutuhan hidup kita pemberian Alloh Ta’alaa, sudah diperhitungkan oleh Alloh sejak manusia di alam azali (alam sebelum manusia hidup di dunia).

“Tidak ada sesuatu yang melata di muka bumi selain Alloh Ta’alaa yang mengatur rezekinya”

Alloh Ta’alaa yang memiliki rencana dan melaksanakan,mencukupi segala kebutuhan manusia di dunia. Manusia mereka-reka tentang sesuatu yang menjadi urusan Alloh Ta’alaa menunjukkan kebodohan manusia terhadap kasih sayang Alloh Ta’alaa. Seharusnya kita tidak memiliki sikap demikian, lebih baik berpasrah diri terhadap ketentuan Alloh.

“Siapa yang tawakal kepada Alloh, maka Alloh akan mencukupi”

Kenyataan yang terjadi di alam ini adalah Qodar Alloh Ta’alaa, seandainya hal baik yang menjadi kenyataan tentu bukan karena rencana manusia dan kenyataan yang menimpa diri manusia kebanyakan diluar rencananya.

Alloh yang menguasai segala sesuatu di langit, bumi dan seisinya, tidak ada yang bisa mengurus itu semua, semua tunduk kepada kebesaran dan kekuasaan Alloh Ta’alaa. Bila dibandingkan dengan kekuasaan Alloh antara manusia dengan semua ciptaan Alloh, tentu manusia sangatlah kecil lantas mengapa manusia ikut memikirkan urusan yang menjadi urusan Alloh. Jiwa raga manusia milik Alloh, terbukti manusia tidak bisa membuat sembuh dirinya manakala sedang sakit, tidak bisa mencegah lepasnya nyawa dari raga manakala sudah waktunya bertemu Alloh.

Manusia hidup di dunia merupakan tamu Alloh, dunia ini milik Alloh sudah sepantasnya tamu tidak perlu memikirkan atau berangan-angan apa yang akan diberikan oleh tuan rumah apalagi meminta supaya diberi menurut keinginan sang tamu. Tentang pemberian untuk tamu, keselamatan tamu ditanggung oleh tuan rumah. Alloh Ta’alaa yang mencukupi segala urusan, kebutuhan mahluk,bumi,langit dan seisinya Alloh yang mencukupi.

Kewajiban manusia yang utama adalah beribadah kepada Alloh seperti yang telah diperintahkan karena kelak yang akan dihisab adalah hal mengenai kewajiban manusia.

“Dan beribadahlah kepada Tuhanmu hingga ajal menjemputmu”

“Tidak Aku (Alloh) cipta jin dan manusia kecuali supaya beribadah”

Rizki itu haknya manusia sedang ibadah adalah kewajiban manusia,terlalu memikirkan rezeki justru ibadah yang dilupakan dan pasti hati akan resah terlebih karena mamikirkan urusan yang bukan menjadi urusannya dan pada akhirnya akan merugi. Alloh Ta’alaa memerintahkan sesuatu tentu berguna bagi manusia, sebaliknya melarang satu perkara dikarenakan perkara tersebut bakal merugikan manusia.

“Janganlah engkau berhenti meminta pada Alloh dikarenakan lama datangnya pertolongan”

Jangan sampai terputus pengharapan selama kita berdoa harus senantiasa istiqomah walaupun belum memperoleh apa yang menjadi permintaan. Jangan memiliki prasangka bila Alloh tidak mengabulkan permintaan kita hal tersebut dapat menjadikan kufur karena tidak percaya dengan janji Alloh.

“Alloh Ta’alaa pasti mengabulkan doamu, namun sudah memilihkan untukmu, yang manfaat untukmu dan waktu yang tepat tidak karena pilihanmu sendiri dan tidak tergesa-gesa.”

Waktu terkabulnya doa sesuai dengan keinginan Alloh Ta’alaa tidak pada saat yang kita inginkan.

“Mintalah kepada-Ku (Alloh), maka Aku (Alloh) akan mengabulkan”

Terkabulnya permintaan bukan menurut keinginan manusia namun menurut keinginan dan pilihan Alloh Ta’alaa. Sebab manusia tidak memahami sebenarnya hal tersebut baik ataukah buruk. Tidak jarang kebanyakan dari kita meminta diberi banyak rezeki, minta anak yang baik buat kita lalu Alloh belum atau tidak mengabulkan, tidak dikabulkan karena ternyata tidak manfaat, merugikan diri kita terlebih merugikan agama kita. Tidak dikabulkan sesungguhnya justru diberi oleh Alloh, bilamana Alloh mengabulkan permohonan kita itu karena fadhol dan rahmat Alloh bukan karena menuruti keinginan kita.

“Apa-apa yang engkau minta tidak diberi dan apa-apa yang engkau tidak pinta justru Alloh memberi”

Sebagai gambaran seseorang meminta diberi harta dan keturunan lalu oleh Alloh tidak dikabulkan namun Alloh memberi kesempatan banyak beribadah. Jangan melihat dari sisi lahiriah, pandanglah dengan akal pikiran yang jernih terhadap hakekat yang sebenarnya.

“Ketika terbuka olehmu pintu rahmat mengenai hal yang tidak dikabulkan , sesungguhnya tidak dikabulkan permintaan kita justru itu pemberian yang sebenarnya”

Alloh menyayangi manusia karena yang diminta dalam doa ternyata membawa bencana dilain waktu. Alloh Maha Tahu tentang lahir dan batin, nyata dan goib segala sesuatu. Alloh mengetahui bahwa bagi seseorang yang diberi hidup susah justru lebih baik daripada hidupnya yang kaya penuh harta.

Jangan bersenang-senang karena bertambahnya harta benda, pangkat dan drajat bilamana tidak bertambah ibadahnya. Karena banyak sekali orang yang kaya raya, berpangkat tinggi dan orang terpandang berkurang ibadahnya malah ada yang sama sekali meninggalkan ibadah.

“Ketika Alloh mengabulkan pemintaanmu, tandanya Alloh menunjukkan sifat kebaikan dan Maha Mengabulkan terhadap dirimu”

“Ketika Alloh tidak mengabulkan keinginanmu maka menunjukkan sifat Qohar (Maha Kuasa)”

Manakala kita meminta urusan dunia lalu tidak dikabulkan lalu kita merasa bersusah hati, itu tandanya kita tidak memahami keinginan Alloh. Namun apabila kita faham akan keinginan Alloh dengan mengalami keadaan yang susah justru malah senang karena Alloh menginginkan kita lebih dekat dan memohon hanya kepada Alloh.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: